Senin, 16 September 2013

Kekurangan Sel Darah Merah "Anemia Hemolitik"

Anemia hemolitik merupakan anemia yang terjadi akibat meningkatnya penghancuran sel darah merah. Dalam kondisi normal, sel darah merah bisa hidup hingga 120 hari. Bila sudah menua maka sel pemakan dalam sumsum tulang, hati, dan limpa akan merusaknya.
Jika suatu penyakit membuat sel darah merah hancur sebelum waktunya (hemolisis), maka sumsum tulang akan menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Penghancuran sel darah merah yang melebihi pembentukannya akan menyebabkan anemia hemolitik.
Hemoglobinuria paroksismal nokturnal merupakan anemia hemolitik yang jarang terjadi. Penghancuran sel darah merah secara mendadak bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada malam hari (nokturnal), dan mengakibatkan hemoglobin tumpah ke dalam darah.
Anemia ini lebih sering terjadi pada pria muda, tetapi bisa terjadi kapan saja dan pada jenis kelamin apa saja.

Penyebab
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan penghancuran sel darah merah, yaitu:
  • Sumbatan dalam pembuluh darah
  • Pembesaran limpa
  • Antibodi bisa terikat pada sel darah merah dan menyebabkan sistem kekebalan menghancurkannya dalam suatu reaksi autoimun
  • Adanya kelainan dalam sel itu sendiri
  • Penyakit tertentu seperti lupus eritematosus sistemik dan kanker seperti limfoma
  • Obat-obtan seperti metildopa, dapson dan golongan sulfa
Gejala
Gejala dari anemia hemolitik mirip dengan anemia lainnya. Terkadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
  • Menggigil
  • Demam
  • Perasaan melayang
  • Penurunan terkanan darah yang signifikan
  • Nyeri punggung dan nyeri lambung
Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah.
Terkadang penderita juga merasakan nyeri perut akibat limpa yang membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur.
Hemolisis yang berkelanjutan bisa mengakibatkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah.


itulah sekilas tetang Anemia Hemolitik


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis