Jumat, 13 September 2013

pemerkosaan dan pemerasan

Pelecehan seksual menjadi salah satu hal yang dikutuk dan sangat dibenci oleh seluruh wanita yang ada di dunia. Pelecehan seksual merampas hak wanita, membuat wanita terjatuh dalam jurang trauma dan kesedihan yang tak ada habisnya. Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja, baik orang yang dikenal atau tidak sama sekali. Tapi lebih menyakitkan bila yang tega melakukan hal buruk itu adalah orang terdekat yang seharusnya melindungi, bukan menyakiti.

RA (17) adalah gadis remaja yang memimpikan hidup di tengah keluarga yang menyayanginya dan melindungi dari orang-orang yang ingin melakukan tindakan jahat kepadanya. Namun ternyata kenyataan tidak semanis apa yang ada dalam khayalan gadis cantik ini. RA menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tirinya sendiri. Rasa sedih dan takut membuat RA berubah menjadi gadis yang introvert dan pendiam.
Gadis ini merasa tidak sanggup menahan rasa trauma dan ketakutan yang melanda, RA memutuskan untuk membagi cerita sedihnya kepada tetangga dekat rumahnya. Bukan dukungan dan semangat yang didapat, tetangga RA malah ikut melakukan pelecehan seksual terhadapnya. A (31) mengancam akan menyebarkan cerita RA bila RA tidak mau menuruti nafsu bejatnya.
Tidak hanya melecehkan secara seksual, pria jahat ini juga tega memeras RA dengan meminta uang 500 ribu rupiah dari gadis ini. Sungguh menyakitkan dan membuat hati RA semakin hancur. Gadis ini harus menanggung beban dan rasa malu yang teramat besar. Tidak ingin aibnya disebarkan, akhirnya RA memberikan uang kepada A. Setelah itu, A melakukan pelecehan seksual kepada gadis polos ini.
Peristiwa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu membuat RA semakin murung dan tidak sanggup lagi menahan semua rasa sakit yang menderanya. Akhirnya RA memutuskan untuk melaporkan tindakan kejahatan yang menimpanya ini ke Polres Kota Tangerang. Kini A sudah ditangkap polisi namun ayah tiri RA kabur dan belum tertangkap hingga hari ini.
RA mengatakan bahwa dirinya hampir saja depresi memikirkan dan menahan semua beban yang melandanya. RA berharap cukup sudah penderitaan menyiksanya dan semua laki-laki yang telah menyakitinya mendapatkan hukuman seberat-beratnya.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis