Senin, 30 September 2013

Penemuan Planet Biru Kejutkan Para Ilmuwan

 Untuk pertama kalinya para ilmuwan dapat menentukan warna dari sebuah planet yang berada di luar Tata Surya, atau disebut sebagai eksoplanet (exoplanet).

Dengan menggunakan Teleskop Hubble Space, para astronom akhirnya bisa menentukan warna dasar dari sebuah eksoplanet yang diberi nama HD 189733b. Warna dari planet itu adalah biru tua.


Warna biru tua menjadi sangat mengejutkan bagi ilmuwan, karena sebelumnya planet itu diperkirakan memiliki warna gelap dan putih, seperti dilansir The Christian Science Monitor, Selasa 16 Juli 2013.

Para ilmuwan memprediksi, warna biru pada planet HD 189733b disebabkan oleh gas natrium yang beredar di lingkungan planet itu menyerap sebagian besar cahaya yang masuk, sehingga menghasilkan warna gelap.

Selain itu, kemunculan warna biru juga disebabkan oleh atmosfer di planet itu yang dipenuhi oleh partikel-partikel silikat sehingga memantulkan cahaya berwarna putih.

"Warna biru yang sangat jelas itu benar-benar tidak terduga," kata Frederic Pont, peneliti astrofisika di University of Exeter, Inggris.

Pont menambahkan, warna biru itu bisa saja muncul akibat terjadinya hujan kaca dari partikel silikat di atmosfer planet, sehingga menyebabkan pemantulan cahaya dari ruang angkasa.

"Namun, itu semua baru dugaan. Saya juga tidak yakin dengan dugaan hujan kaca dari partikel silikat itu," ujar Pont.

Planet HD 189733b berjarak 63 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki jarak yang dekat dengan matahari. Itu menunjukkan bahwa planet itu sangat tidak cocok untuk kehidupan.

Biru Mendidih

Suhu udara di HD 189733b sangat panas, lebih dari 1.800 derajat Fahrenheit, alias 982,2 derajat Celcius. Nyaris 10 kali lipat suhu mendidih di Bumi.

"Warna biru dari planet itu sangat tidak mungkin terjadi. Karena, biasanya planet yang jaraknya dekat dengan matahari, bersuhu panas, mempunyai warna merah atau kecoklatan," kata Stephen Kane, astrofisikawan dari NASA Exoplanet Institute.

Kane menjelaskan, seharusnya skema dari warna planet berhubungan dengan temperatur suhunya. Planet berwarna merah pasti memiliki suhu panas, sedangkan planet berwarna biru cenderung bersuhu dingin.

"Planet HD 189733b sangat misterius, berwarna biru tapi mempunyai suhu yang sangat panas," ungkap Kane.

Warna biru dari planet HD 189733b telah mengacaukan beberapa asumsi para astronom tentang hubungan antara suhu planet dan warna planet. "Penelitian ini sangat menyenangkan, tapi juga sangat menakutkan," tutup Pont. (umi)

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis