Senin, 30 Desember 2013

Kehati-Hatian Dimulai dari Diri Kita

Belakangan ini kecelakaan lalu lintas menjadi hantu yang menakutkan. Kita sudah berjalan di jalur yang sesuai peruntukannya, berkendaraan sesuai aturan yang ada, namun tak tertutup kemungkinan menjadi korban pihak yang tak bertanggung jawab.


Pada Minggu, 22 Januari 2012 lalu, contohnya. Seseorang yang mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk, menabrak belasan orang. Lebih parahnya, orang yang tertabrak adalah mereka yang sedang berjalan di trotoar dan sebagian sedang menunggu di halte bis. Belasan orang jadi korban, malah delapan di antaranya meninggal di tempat. Satu orang kemudian meninggal di rumah sakit sehingga total menjadi sembilan orang korban jiwa.

Tak berapa lama, Sabtu, 28 Januari 2012, di Makassar, seorang anak yang belum cukup umur untuk mengendarai mobil (14 tahun) menabrak tiga unit becak, empat sepeda motor, dan sebuah mobil. Mobil sang pengendara kemudian dihancurkan massa yang merasa kesal. Beruntung tak ada korban jiwa, hanya lima orang cedera.

Dan yang terbaru, pagi ini, 30 Januari 2012. Terjadi tabrakan beruntun di Tol Jagorawi arah Cawang, sekitar jam 08.30 WIB. Meski belum diketahui berapa jumlah korban, tabrakan yang melibatkan 18 kendaraan itu cukup membuat kita prihatin.

Netter yang Luar Biasa!
Kecelakan seperti itu mungkin kadang sulit dihindari. Kita sudah berhati-hati, namun jika pihak lain sembrono, kita bisa saja jadi korban. Kita mungkin sudah menaati peraturan lalu lintas, namun ketika orang lain terbiasa melanggarnya, kita juga bisa jadi korban.

Tetapi, tak berarti kita harus menerima begitu saja dan tak ada upaya untuk menghindarinya. Peristiwa mengenaskan itu merupakan bahan pelajaran yang bisa kita cermati sama-sama. Hal inilah yang saya sampaikan pada talkshow rutin saya di jaringan Radio Sonora, baru-baru ini: Kehati-hatian dimulai dari diri kita. Saya membawakan satu cerita yang sangat inspiratif mengenai seorang polisi yang menilang sahabatnya.

Karena itu, mulai hari ini, mari kita lebih hati-hati lagi berkendaraan. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama, tak satu pun diberi hak istimewa. Jika kita terbiasa menaati aturan yang ada, kecelakaan seperti itu pasti bisa dikurangi. Semoga kejadian itu jadi bahan pelajaran kita bersama.



Sekian Artikel dari ILMU 212 semoga dapat bermanfaat bagi para pembacanya. dan saya selalu berharap bahwa Artikel yang saya Postkan ini dapat berguna bagi semua orang Amin.
sampai jumpa lagi di Artikel Berikutnya. 



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis