Sabtu, 04 Januari 2014

Kekuatan Afirmasi

Jauh sebelum saya menjadi seperti saat ini, sebagaimana kebiasaan atau adat orangtua, mereka selalu membawa anaknya kepada tukang ramal. Konon, hal ini dilakukan agar apa yang kurang baik, bisa segera diantisipasi. Sedangkan yang baik-baik, bisa segera diwujudkan. Sayangnya, tidak semua perkataan tukang ramal menjadi hal yang positif jika dilakukan. Saat itu, saya ditanyai mulai dari shio, kelahiran, hingga beragam latar belakang lainnya. Lalu peramal itu menyebut, saya terlahir bakal susah. Dengan shio kuda yang saya miliki, saya “terbelenggu” bakal kerja keras seumur hidup. Intinya, nyaris tak ada yang baik tentang saya saat itu.


Beruntung, saya hidup dalam tradisi Tiongkok yang penuh dengan kisah inspiratif. Selain itu, budaya Jawa yang juga ada di sekeliling rumah tinggal saya pun cukup melekat kuat. Beberapa filosofi “penguat” kehidupan sering saya dengar dari penuturan orangtua atau orang sekeliling. Ayah saya pernah berkata: “Selama gunung masih menghijau, jangan takut kehabisan kayu bakar.” Beliau menegaskan, bahwa selama mau bekerja keras, mau mencari, selalu ada peluang untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Sementara, dari filosofi Jawa, saya sering mendengar pepatah: jer basuki mawa beya, yang berarti bahwa semua hal yang ingin dicapai ada harganya, yakni, dengan kerja keras.

Dengan latar belakang itulah, saya seolah tak terpengaruh ucapan sang peramal. Bagi saya, di kemudian hari ketika sudah makin dewasa, ucapan pesimis justru menjadi cambuk. Saya ingin membuktikan, bahwa saya bukan seperti yang diucapkan. Karena saya adalah seseorang yang terlahir punya potensi.

Ketika kemudian berhasil mengubah nasib, saya memiliki sebuah ungkapan: “Tak mengapa 1000 orang meragukan saya. Namun jika diri sendiri yang meragukan, itu baru bencana!” Tentu, ungkapan itu muncul tidak dengan sendirinya. Semua melalui proses. Salah satunya, adalah proses bagaimana meyakinkan diri sendiri, proses “menaklukkan” diri sendiri. Sebab, saya yakin semua orang pasti pernah mendengar “anjuran” untuk mundur, takut, ciut, atau bahkan lari dari masalah, baik dari orang lain dari dalam pikiran kita sendiri.

Untuk itu, kita butuh penguat. Di sinilah, kekuatan afirmasi menjadi salah satu kunci utama ketika saya berjuang. Kekuatan afirmasi menjadi salah satu hal yang mendorong diri untuk terus berjalan mewujudkan impian.

Apa itu afirmasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, afirmasi berarti penetapan yang positif, penegasan, dan peneguhan; atau pernyataan yang sungguh-sungguh. Kesungguhan ini salah satunya bisa dilakukan dengan mengulang-ulang pernyataan yang menguatkan tadi. Misalnya “saya bisa, saya bisa”, “saya mampu, saya mampu”. Sepertinya sederhana. Tapi, afirmasi akan memunculkan kekuatan yang luar biasa.

Kuncinya adalah menyimpan kondisi yang kita inginkan dalam pikiran. Kita lalu mengukuhkan kondisi itu seolah telah menjadi kenyataan. Ulangi terus afirmasi ini hingga meresap dalam diri kita, ke pikiran bawah sadar kita. Cara ini secara perlahan akan mengubah diri kita. Setiap ekspresi yang kita pancarkan dari dalam diri melalui perkataan dan tindakan, serta gerak tubuh adalah sesuai dengan kondisi yang kita inginkan. Hal ini nantinya akan memengaruhi lingkungan sekitar kita dan akhirnya lingkungan kita juga akan memancarkan kembali kondisi yang sesuai dengan kita inginkan.

Saran saya: miliki pikiran-pikiran positif saja. Nah, pikiran buruk tentunya tidak bisa kita cegah untuk masuk ke dalam benak kita. Namun, kita bisa segera menggantikan pikiran buruk itu dengan pikiran lain sesuai yang kita inginkan. Inilah saatnya kekuatan sebuah afirmasi mulai bekerja.

Dan tentu, semua itu tak akan jadi kekuatan jika kita hanya ”membiarkan” pada ranah berpikir saja. Yang pasti, tindakan demi tindakan harus terus kita lakukan. Selain itu agar maksimal, kita harusterlebih dulu memberi sebelum kita menerima apa yang kita inginkan. Misal, jika kita ingin merasakan cinta kasih, kita harus terlebih dulu menyebarkan cinta kasih kepada lingkungan kita. Jika kita ingin memiliki suatu keahlian tertentu, kita juga harus bersedia memberikan waktu dan tenaga untuk mempelajari keahlian itu secara tekun hingga akhirnya keahlian itu bisa kita kuasai dengan baik.

Mari, kita afirmasikan semua impian dan segera landasi dengan tindakan-tindakan positif. Niscaya, banyak jalan sukses akan terbuka untuk kita wujudkan.

Salam sukses luar biasa!


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis