Sabtu, 04 Januari 2014

Lelaku



Pada bulan Juli ini, kita disambut dengan beberapa momen. Salah satunya, dampak kenaikan BBM (bahan bakar minyak) yang sudah lama menjadi isu nasional di mana akhirnya diputuskan naik bulan lalu. Sedangkan di sisi lain, masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, juga memiliki momen lain. Yakni, momen ritual spiritual bernama puasa. Kedua hal tersebut barangkali tampak berseberangan. Satu hal disambut dengan caci maki, hujatan, bahkan banyak demonstrasi. Satu lagi, disambut dengan penuh kerinduan, yang oleh umat Islam dirasakan sebagai bulan penuh berkah dan ampunan.


Namun bagi mereka yang memiliki sudut pandang pikir yang positif, kedua momen tersebut sebenarnya mengajarkan sebuah pengertian tentang bagaimana kita menyikapi hidup. Ada satu ungkapan dalam bahasa Jawa yang sering saya dengar sejak dulu, yakni lelaku. Secara konteks bahasa, istilah ini dalam bahasa Indonesia tak ada yang secara persis dapat menggambarkannya secara tepat. Tetapi, dalam kaidah pengertian filosofis, istilah lelaku ini bisa dipahami sebagai sebuah upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan “pencerahan” dengan menjalani hidup yang—biasanya—prihatin, atau hidup nan sederhana.

Kenaikan harga BBM biasanya diikuti—atau bahkan didahului—oleh kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Pasti ada banyak orang yang merasakan pahit dan susahnya hidup dengan kenaikan tersebut. Maka, tak heran pemerintah pun mengantisipasi dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat kurang mampu. Sebuah bantuan yang mungkin tak seberapa dibanding kebutuhan yang sebenarnya. Tapi, di sinilah “seni” hidup dan kehidupan “dimainkan”.

Keadaan pahit dan sedih yang amat mendera, jika bisa djialani dengan hati bersih dan pikiran bersih bisa menjadi lelaku yang menguatkan kehidupan. Kondisi keterpaksaan yang terjadi juga sering kali malah melecutkan semangat untuk berubah jadi lebih baik. Tak jarang, orang-orang yang terdorong mengubah nasib jadi makin terbakar semangatnya saat justru berada di titik paling bawah di kehidupannya. Jika ini yang terjadi, lelaku yang dijalani akibat keadaan tersebut bisa jadi akan membawa banyak perubahan yang malah akan bisa mewujudkan banyak mimpi jadi kenyataan.

Inilah salah satu esensi dari lelaku yang bisa kita jalani dalam wujud dan kemampuan kita masing-masing. Bagi mereka yang saat ini menjalankan ibadah puasa, mereka sedang melakoni pengendalian diri terhadap nafsu badani. Yang, jika ini dilatih—sebulan penuh selama bulan Ramadhan—akan memunculkan insan-insan yang mampu memegang penuh atas dirinya. Artinya, lelaku yang dijalani selama bulan puasa, bisa menjadi pemicu bagi diri untuk menjadikan diri benar-benar mampu memegang kendali atas kebutuhan hidup yang dilakoni.

Lebih jauh lagi, mereka yang terbiasa menjalani lelaku, akan lebih sensitif terhadap penyimpangan yang terjadi di kesehariannya. Mereka juga akan lebih peka terhadap penderitaan yang mungkin ada di sekelilingnya. Sehingga, selain mampu menahan diri dari perbuatan yang negatif—termasuk korupsi dan kejahatan lain yang marak belakangan ini—mereka juga akan tumbuh jadi insan yang peduli pada kebaikan dan kebahagiaan sekelilingnya.

Begitulah, lelaku bisa “menjelma” menjadi berbagai tindakan yang beraneka rupa. Namun, intinya, semua mengarah pada penyadaran untuk kembali pada “nilai asal”. Yakni, bagaimana awal mula kita diciptakan, dan siapa Sang Maha Berkehendak yang menjadikan kita semua ada. Dengan kesadaran tersebut, yang dipupuk dengan berbagai tindakan nyata untuk mewujudkan impian dan cita-cita, niscaya setiap langkah yang kita tempuh akan jauh lebih bermakna. Sehingga, saat sukses sudah diraih, kita tak akan jemawa. Saat bahagia didapat, kita akan bersegera pula membaginya dengan sesama. Dengan begitu, apa pun yang kita perjuangkan dan kita raih pada akhirnya, akan mengantarkan kita menjadi manusia yang seutuhnya.

Selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Semoga segala kebaikan dan keberkahan dilimpahkan kepada kita semua. 


Sekian Artikel dari ILMU 212 semoga dapat bermanfaat bagi para pembacanya. dan saya selalu berharap bahwa Artikel yang saya Postkan ini dapat berguna bagi semua orang Amin.

sampai jumpa lagi di Artikel Berikutnya. 



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis