Sabtu, 04 Januari 2014

Mari Menulis Buku

Novel karya sastrawan Inggris Charles Dickens, berjudul A Christmas Carol akan dilelang pekan ini di Edinburgh, Skotlandia. Novel terbitan Chapman & Hall tanggal 19 Desember 1843 itu diperkirakan akan terjual senilai 230.000 poundsterling atau sekitar Rp3,4 miliar.


Harga yang tinggi itu dikarenakan usia buku yang hampir 200 tahun tetapi terpelihara dengan baik. Kedua, karena faktor penulisnya, seorang sastrawan Inggris terkenal, Charles Dickens. Ketiga, karena buku ini begitu legendaris. A Christmas Carol sudah diadaptasi ke lebih dari 20 film. Belum lagi adaptasi ke acara televisi, pertunjukan panggung, radio, lagu, komik, dan sebagainya.

Saya cuma membayangkan, seandainya dulu Dickens tidak menuliskan novelnya dalam bentuk buku, tetapi lebih memilih menceritakannya dalam bentuk penuturan (lisan), kita mungkin hanya mendengar cerita itu dari mulut ke mulut. Tak akan ada kisah pelelangan buku berusia 200-an tahun.

Saya tidak tahu masa depan industri buku akan seperti apa karena sekarang saja selain buku yang dicetak di atas kertas ada juga buku dalam bentuk digital. Apakah buku digital bisa dibaca 200 tahun ke depan? Belum ada gambaran. Mungkin teknologi digital akan bertahan lama atau ada teknologi baru yang bisa membaca e-book dan sejenisnya di masa depan yang lebih canggih. Yang jelas buku dalam bentuk hard print (cetak), terbukti bisa bertahan lama, seperti buku A Christmas Carol itu.

Saya sendiri sudah menulis sembilan buku. Saya tidak berpikir buku saya bisa bertahan 200 tahun, lalu kelak ada kolektor yang melelangnya. Ketika saya menulis buku, yang saya pikirkan hanyalah menulis buku yang isinya bermanfaat, bukan soal bisa tidaknya buku saya dikoleksi orang. Karena akan percuma jika buku hanya dipajang di rak tanpa dibaca dan dimanfaatkan.

Saya yakin, Dickens pun tak berpikir menulis buku untuk dikoleksi, melainkan untuk dibaca. Tetapi bahwa bukunya langgeng hingga kini, itu karena ceritanya (isinya) memang memikat. Karena itu, menurut saya, sebaiknya masing-masing dari kita menulis minimal satu buku sebagai rekaman jejak kita dalam bidang apa saja. Mari menulis buku dari sekarang, dimulai dengan coretan-coretan kecil, lama-lama coreten itu akan menjadi buku yang bermanfaat bagi banyak orang.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis