Sabtu, 04 Januari 2014

Masih Kecil Sudah Jadi Pahlawan

Kisah Tasripin, anak berusia 13 tahun asal Banyumas, yang harus mengurus ketiga adiknya karena ditinggal ayahnya yang bekerja di Malaysia, dan ibunya yang sudah meninggal, menggugah banyak orang. Tak terkecuali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tersentuh hatinya hingga memberikan bantuan.


Tasripin merupakan gambaran anak yang meskipun belia tapi memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Ia harus bekerja di sawah agar adik-adiknya bisa makan. Mungkin terpaksa karena keadaan. Tetapi apa pun namanya, sikap tersebut telah menginspirasi banyak orang. Di tengah anak-anak seusianya, bahkan remaja lebih tua darinya, yang lepas kendali karena terbiasa menikmati hidup berlebihan, kisah Tasripin ibarat setitik air yang menyejukkan. Sudah pasti masih banyak kisah lain serupa Tasripin tetapi tidak terpublikasi karena tak tercium media.

Di mana kita menemukan contoh-contoh inspiratif selanjutnya? Di India tiap tahun diselenggarakan ajang penobatan pahlawan bagi anak-anak seusia Tasripin yang menunjukkan keberaniannya yang luar biasa. Salah satunya, National Bravery Awards yang sudah digelar sejak tahun 1957. 

Dengan adanya ajang itu, tiap tahun muncul pahlawan baru dari kalangan anak-anak. Contohnya, Om Prakash Yadav, 12 tahun. Anak ini berangkat sekolah dengan belasan anak lainnya menggunakan satu mobil van. Di tengah jalan mesin mobil itu koslet hingga terbakar. Sopirnya ngacir menyelamatkan diri, begitupun teman-teman lainnya. Lain dengan Prakash. Begitu melihat delapan temannya terjebak di dalam mobil, ia masuk lagi untuk menolongnya. Ia tak menghiraukan api. Kedelapan anak itu pun selamat berkat pertolongannya, sedangkan ia terbakar muka dan punggungnya. Meski ia selamat peristiwa itu menyisakan luka di wajah dan punggungnya. Dia pun menerima National Bravery Awardsuntuk kategori Bharat Awards.

Sudah selayaknya kita pun memiliki ajang seperti itu yang dengan rutin memberikan penghargaan pada anak-anak yang inspiratif. Para pahlawan cilik ini tak hanya akan menjadi contoh bagi anak-anak seusianya, tetapi contoh bagi kita semua. Di tengah berita keculasan, kecurangan, kekerasan, korupsi, saling jegal, dan sebagainya, yang menghiasi berita keseharian kita belakangan ini, kisah anak-anak seperti ini akan menjadi semacam percikan embrio dari bangkitnya spirit pembangunan karakter bangsa.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis