Sabtu, 04 Januari 2014

Titi Kolo Mongso (Momentum)

Sedari kecil, saya paling suka dengan gerakan-gerakan kungfu. Karena itu, saya belajar dan berguru. Setelah itu bisa dikatakan hidup saya dari kungfu. Mulai dengan belajar sendiri, mengikuti gerakan guru-guru kungfu, hingga akhirnya mendirikan perguruan sendiri dan mengajar kungfu sebagai bagian dari kehidupan.


Selanjutnya, ilmu kungfu berhasil mengubah jalan hidup saya. Dari menjadi bintang film di Taiwan, hingga akhirnya (salah satunya dari pelajaran tentang kedisiplinan dan pantang menyerah) saya pun sukses memelopori pembuatan kartu motivasi pertama di Indonesia. Hingga, seterusnya, sejarah bergulir sampai saya sekarang bergiat di berbagai ajang motivasi, termasuk memiliki toko motivasi pertama di Indonesia.

Bagi saya, semua itu adalah masa-masa penuh pembelajaran. Tapi, jika disarikan, salah satu poin pentingnya adalah bagaimana saya bisa memaksimalkan kesempatan yang datang dalam berjuang mewujudkan semua impian. Saya jadi teringat sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang disebut titi kolo mongso. Banyak orang yang mengartikan ini sebagai waktu, namun bagi saya yang paling pas untuk menerjemahkan hal tersebut adalah momentum.

Dalam sebuah rumusan sains, disebutkan bahwa momentum adalah kecepatan kali masa. Maka, bisa diartikan bahwa momentum adalah sebuah hal yang diupayakan, melibatkan keaktifan kita untuk bergerak, berjuang, dan berupaya dengan segenap tenaga. Bergerak itu adalah kecepatan, sedangkan segenap tenaga itu adalah masa yang kita punyai. Dengan pendekatan semacam itu, maka kita akan menemukan banyak momentum ketika kita terus mau berupaya, berjuang, dan bergerak dengan segala hal yang kita miliki untuk meraih mimpi.

Pada Majalah LuarBiasa edisi bulan Mei 2012 lalu, diungkapkan bagaimana seorang Hary Tanoesoedibjo memanfaatkan momentum dalam hidupnya. Ia menyebut, bagaimana di tahun 1998 (ketika krisis ekonomi melanda) mampu benar-benar dimaksimalkan untuk melakukan berbagai gebrakan usaha. Ujungnya, di masa yang terhitung singkat itu, ia berhasil jadi pengusaha besar hingga kini dijuluki Raja Media.

Karena itu, bagi saya momentum adalah sebuah "harta karun" yang harus kita manfaatkan dan maksimalkan secara jeli. Ini semacam kesempatan yang datangnya (mungkin) benar-benar hanya sekali seumur hidup. Tanpa kita menyadari untuk segera bisa menggunakannya dengan segala daya dan upaya, niscaya momentum akan sia-sia.

Untuk itu, mari kita manfaatkan titi kolo mongso yang ada di sekitar kita. Mungkin dampaknya bisa jadi belum besar. Namun, langkah ribuan mil pasti diawali dari langkah pertama, bukan? Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan "waspada" akan datangnya kesempatan. Atau, jika mungkin, ciptakan kesempatan agar datang kepada kita. Dengan bekerja keras, berjuang mati-matian pada bidang yang kita kuasai, serta memaksimalkan peran yang kita lakukan saat ini di masyarakat dan usaha atau pekerjaan, bisa jadi akan muncul banyak momentum penting untuk mengubah diri dan takdir kita.



Salam sukses, luar biasa! 

Sekian Artikel dari ILMU 212 semoga dapat bermanfaat bagi para pembacanya. dan saya selalu berharap bahwa Artikel yang saya Postkan ini dapat berguna bagi semua orang Amin.
sampai jumpa lagi di Artikel Berikutnya. 



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis