Rabu, 12 Februari 2014

Puisi Sebait Kata Menyertai Malam

Wajar jika malam ini aku biarkan mataku terbelalak terang, itu karena aku merasa tak ada bingkisan secuil mimpi indah di pusara malam ini
Selaksa embun pagipun takkan mampu sejukkan mukaku apalagi membasuh mukaku dari bekas pesan kesedihan malam ini
Sadarku berkata meski rembulan tak menemaniku namun bayangan wajahmu telah mampu mengantikan sinar rembulan malam ini
Akulah bukti sekaligus saksi, atas risalah ini, maka aku biarkan kau pergi dan aku menyendiri sepi
Lalu, jika pada akhirnya siang yang kupilih sebagai penggantimu, itu bukan berarti karena cintaku padanya, namun semata-mata karena cintaku padamu.
oleh: FAID
semoga puisi ini dapat menghibur anda anda semuanya. dan selamat terhibur juga ya hehehehe

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis