Rabu, 01 Januari 2014

Mengapa Harus Melukai Hati?


Setiap orang pasti melakukan kesalahan baik disadari ataupun tidak. Karena itu meminta maaf menjadi bagian dari kehidupan. Kadang kesalahan itu tampak sepele dan orang yang menjadi korban kesalahan kita dengan mudah memafhuminya serta dengan segera melupakannya. Tetapi sering kali, seseorang melakukan kesalahan yang begitu membekas sehingga teman kita, saudara kita, atau siapa pun ia, sulit memaafkannya dan tak mungkin melupakannya.


Jalan terbaik dari semua itu adalah mencoba menahan diri agar kita tidak melukai hati orang lain. Menjaga sikap dengan sebaik-baiknya akan membuat kita lebih hati-hati dalam berperilaku, bergaul, bersikap, dan berinteraksi dengan orang lain.

Meski begitu, sebenarnya, sikap ini pun tidak menjamin kita akan terlepas dari tindakan melukai hati orang lain. Kadang saat kita sudah berhati-hati, ada saja tindakan yang dianggap tidak pantas. Mungkin inilah kenapa ada peribahasa "Dalamnya lautan bisa diselami, dalamnya hati siapa tahu". Kita tak mungkin mengetahui hati orang apakah tindakan kita menyenangkannya atau melukainya. Akan tetapi, dengan selalu menjaga sikap yang sesuai norma, kita akan mengurangi tindakan-tindakan yang tidak pantas.

Teman netter yang luar biasa,
Tema itulah yang saya bahas pada talkshow rutin saya di Jaringan Radio Sonora tadi pagi, yaitu "Mengapa Harus Melukai Hati?" Saya membawakan cerita ilustrasi yang sangat menarik "Pagar dan Paku" dalam membahas tema tersebut. Melukai hati orang baik dengan ucapan, sikap atau perilaku, ibarat paku yang kita tancapkan pada pagar di depan rumah. Kita mungkin meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat setelahnya, lalu paku pun tercabut. Apakah semuanya selesai?

Di pagar itu memang sudah tidak ada lagi paku. Tetapi bekas paku itu sulit dihapus. Begitu pun dengan kesalahan. Kita sudah meminta maaf dan sudah termaafkan. Tetapi itu tak menjamin kesalahan kita tak ada bekasnya.

Oleh karena itu, mari kita jaga ucapan, jaga hati dan pikiran, jaga sikap dan perilaku kita agar tidak melukai hati sesama kita.
Salam hangat luar biasa!


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis