Rabu, 28 Agustus 2013

Mengenal Kepribadian Schizoid


Penderita kepribadian schizoid cenderung tertutup, suka menyendiri atau mengucilkan diri. Secara emosi mereka tergolong dingin dan jauh dari kehidupan sosial. Mereka lebih tertarik dengan pemikiran dan perasaan diri sendiri dan merasa takut berhubungan dekat dengan orang lain. Penderita gangguan ini sering melamun, bicara jika perlu saja, dan lebih suka bicara teori ketimbang melakukan aksi.

Diagnosa akan ditegkakkan berdasarkan penampilan dan pemikiran atau pola perilaku yang salah. Selain itu, kemungkinan besar dokter akan mengamati ketidaktepatan penderita dalam menjalankan mekanisme yang ada atau disebut dengan mekanisme pertahanan. Ketika tiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan, pemderita dengan kepribadian ini akan menggunakan dengan cara lengkap atau belum lengkap.
Pengobatan yang dilakukan biasanya sesuai dengan jenis gangguan yang dialami. Namun, pengobatan atau terapi yang dijalankan kerap kali menimbulkan konfrontasi. Hal ini tentu saja disebabkan oleh pemikiran da pola perilaku penderita yang tidak tepat. Terapi akan lebih efektif jika dilakukan oleh teman sebaya atau psikoterapis.
Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.
Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.
Terkadang penderita gangguan kepribadian sering mengalami depresi dan kecemasan sehingga berharap bisa disembuhkan dengan obat. Meski demikian, depresi dan kecemasan akibat gangguan kepribadian jarang disebutkan pada obat-obatan. Gejala tersebut umumnya terlihat pada seseorang yang menjalankan beberap pemeriksaan kesehatan. Disamping itu, terapi obat kerap kali menjadi ajang percobaan bunuh diri atau penyalahgunaan obat.
Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.
Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis