Rabu, 01 Januari 2014

Mundur, untuk Melompat Jauh ke Depan

Talkshow rutin AW Success Wisdom & Motivation tadi pagi di jaringan Radio Sonora saya ditemani mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang kini menjadi Staf Khusus Menpora, yaitu Ivana Lie. Kami membahas seputar prestasi olahraga nasional, terutama cabang bulu tangkis, yang dirasa mengalami banyak kemunduran.


Di Piala Thomas kita memang masih merajai sebagai negara yang paling banyak meraih juara, yaitu sebanyak 13 kali. Namun terakhir kali meraihnya adalah tahun 2002, atau sepuluh tahun lalu. Tahun 2010 kemarin memang kembali masuk final namun harus mengakui keunggulan China dengan kalah telak 0-3, akibatnya kita gagal jadi juara lagi.

Sedangkan di Uber Cup, terakhir kali juara tahun 1996. Indonesia pernah tiga kali jadi juara yaitu tahun 1975, 1994, dan 1996. Akan tetapi, setelah itu, untuk mencapai final saja begitu sulitnya. Karena itu, kejayaan di cabang bulu tangkis, baik putera maupun puteri, seperti kejayaan masa lalu.

Netter yang luar biasa,
Kemunduran selalu dialami oleh kita semua. Seperti juga dalam olahraga, dalam bidang kehidupan lain pun selalu terjadi. Kejadian ini bisa bermata dua. Mereka yang pesimistis bisa memaknainya sebagai rintangan atau bukti ketidakmampuan kita. Tetapi jika dipandang dengan mata optimistis, bisa sebaliknya. Bukankah jika kita ingin melompati jurang yang lebar, diperlukan ancang-ancang yang berarti melangkah mundur ke belakang? Makin jauh mundurnya untuk membuat ancang-ancang makin baik karena berarti tenaga yang terkumpul makin besar sehingga kita bisa lebih mampu melompatinya.

Kejadian ini seperti yang saya bahas tadi pagi melalui gambaran cerita inspiratif: "Mundur, Untuk Melompat Jauh ke Depan". Jika kita telaah, saat mundur itulah kesempatan untuk membuka pintu sukses menjadi terbuka lebar. Tentu selama kita menyikapinya dan menjalaninya, dengan kerja keras, pantang menyerah, ulet, disiplin, dan punya kemauan tinggi untuk lebih maju dan lebih maju lagi. Jika ini yang terjadi, jangankan bidang bulu tangkis yang terbukti kita pernah jaya, cabang olahraga lainnya pun kita bisa meraih juara dunia. Begitu pun bidang ekonomi, teknologi, dan bidang-bidang lainnya.

Oleh karena itu, mari jadikan setiap momen kesulitan, ujian, cobaan, kemunduran, sebagai momentum untuk belajar, mengevaluasi diri, agar kita bisa memperbaiki keadaan.
Salam sukses luar biasa!


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis