Selasa, 23 Oktober 2012

sejarah Akuntansi


sejarah Akuntansi -  adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi
yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk mengambil
keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi
dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap
terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa
laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini -yang masuk
akal tapi tak dijamin sepenuhnya -mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan

prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik.
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.

Jantung akuntansi keuangan modern
ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak
jaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu. 
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk 
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. 
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang 
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu. 

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran

 atau pemberian kepastian mengenai informasi 
yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk mengambil 
keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi 
dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, 
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap 
terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa 
laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini -yang masuk 
akal tapi tak dijamin sepenuhnya-mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip

 
akuntansi yang berlaku umum. 
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar 
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut 
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik. 

Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat 
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan 
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat 
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. 

Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini 
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus 
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan 
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan 
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak 
jaman Yunani kuno. 

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu. 
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk 
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. 
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang 
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu. 

Akuntansi' adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai 
informasi yang akan membantu manager dan pengambil keputusan lainnya untuk 
mengambil keputusan alokasi sumber daya. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang 
dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, 
diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Audit, satu disiplin ilmu yang terkait 
tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen 
memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat/opini yang 
masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya mengenai kewajaran dan kesesuaiannya 
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 

Praktisi akuntansi dikenal sebagai (akuntan). Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar 
tertentu yang berbeda di tiap negara. Di Indonesia, akuntan yang bersertifikat disebut 
BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik. 
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat 
dimanfaatkan oleh para manager, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan 
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat 
dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. 


Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini 
melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada
suatu rekening, dan satu kredit terkait pada rekening lain. Jumlah keseluruhan debit harus 
selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan 
jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan 
di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak 
jaman Yunani kuno. 

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah dari dulu. 
Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu terjadi pada tiap generasi untuk 
mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi. 
Walaupun demikian, hal ini tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang 
memang diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu. 

Akuntansi sebagai suatu seni
 yang mendasarkan pada logika matematik -sekarang dikenal 
sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping)-sudah dipahami di Italia
sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 -1517), yang juga dikenal sebagai Friar 
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice 
Buku berbahasa Inggris pertama yang diketahui dipublikasikan di London oleh John 
Gouge atau Gough pada tahun 1543. 

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 
oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and 
reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, 
published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth 
by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko 
Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang 
merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of 
Venice". 

The very interesting and able book described as The Merchants Mirrour, or directions for 
the perfect ordering and keeping of his accounts formed by way of Debitor and Creditor,
after the (so termed) Italian manner, by Richard Dafforne, accountant, published in 1635, 
contains many references to early books on the science of accountancy. In a chapter in 
this book, headed "Opinion of Book-keeping's Antiquity," the author states, on the 
authority of another writer, that the form of book-keeping referred to had then been in use 
in Italy about two hundred years, "but that the same, or one in many parts very like this, 
was used in the time of Julius Caesar, and in Rome long before." He gives quotations of
Latin book-keeping terms in use in ancient times, and refers to "ex Oratione Ciceronis 
pro Roscio Comaedo"; and he adds: 

"That the one side of their booke was used for Debitor, the other for Creditor, is manifest 
in a certain place, Naturalis Historiae Plinii, lib. 2, cap. 7, where hee, speaking of 


Fortune, saith thus: 

Huic Omnia Expensa. 
Huic Omnia Feruntur accepta et in tota Ratione mortalium sola 
Utramque Paginam facit." 
An early Dutch writer appears to have suggested that double-entry book-keeping was 
even in existence among the Greeks, pointing to scientific accountancy having been 
invented in remote times. 

There were several editions of Richard Dafforne's book printed---the second edition 
having been published in 1636, the third in 1656, and another was issued in 1684. The 
book is a very complete treatise on scientific accountancy, it was beautifully prepared and 
contains elaborate explanations; the numerous editions tend to prove that the science was 
highly appreciated in the 17th century. From this time there has been a continuous supply 
of literature on the subject, many of the authors styling themselves accountants and 
teachers of the art, and thus proving that the professional accountant was then known and 
employed. 

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama 
suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan 
bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku 
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh 
Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat 
berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki 
Chartered Accountant di abad ke 19. 


Kualifikasi dan regulasi di bidang akuntansi


Persyaratan untuk dapat masuk dalam profesi akuntansi berbeda di setiap negara. 
Amerika Serikat 

Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA), 
Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). 
Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun
mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak 
pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah 
pengawasan seorang akuntan bersertifikat. 

Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan 
berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor 
akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi 
keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara 
bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara 
bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public 
Accountants. 


Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan 
kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan 
jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. 

Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang 
diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan 
memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan
memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga 
bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil 
dibanding CPA. 

Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja 
Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu 
juta (1) orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat. 

Persemakmuran Inggris


Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara Persemakmuran Inggris, ekuivalen 
Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA -di Inggris, 
Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered 
Certified Accountant (ACCA -Inggris), International Accountant (AIA -Inggris), 
Certified Public Accountant (CPA -Irlandia dan Hong Kong), Certified General 
Accountant (CGA -Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA -Australia). 

Kanada 

Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of 
Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada 
(CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA 
dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 
sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920. 

Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki 
pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan 
bagi kandidatnya untuk memilih karir di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan
diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk 
mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktek sebelum memperoleh sertifikasi. 

Kantor akuntan the Big Four 

Kantor akuntan the Big Four merupakan kantor akuntan internasional terbesar di dunia 
yang terdiri dari: 

1. PricewaterhouseCoopers 
2. Deloitte 
3. Ernst & Young 
4. KPMG 

Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa, 
yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha. 
PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh 
seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor 
besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang
sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi di Amerika Serikat 
selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan 
kantor-kantor cabangnya seluruh dunia. 

Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima 
kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa 
atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG 
sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen 
keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga 
dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight. 

iEnron turned out to be only the first of a series of Accounting scandals that enveloped 
the accounting industry in 2002. 
This is likely to have far-reaching consequences for the U.S. accounting industry. 
Application of International Accounting Standards originating in International 
Accounting Standards Board headquartered in London and bearing more resemblance to 
UK than current US practices is often advocated by those who note the relative stability 
of the U.K. accounting system (which reformed itself after scandals in the late 1980s and 
early 1990s). Accounting reform of a far more comprehensive sort is advocated by those 
who see issues with capitalism or economics, and seek ecological or social 
accountability. 


http://gooooocir.blogspot.com/2012/10/sejarah-akuntansi.html

Artikel Terkait: