ubungan seks yang seharusnya bisa dinikmati bersama pasangan bisa jadi adegan “pemerkosaan” bila salah satu dari pasangan merasa terpaksa saat melakukan hubungan intim tersebut.
Menurut sebuah penelitian Amy Muise, Ph.D dari University of Toronto. Kualitas hubungan bersama pasangan dapat terganggu jika salah satu pasangan terpaksa melakukan hubungan intim supaya tidak mengecewakan pasangannya.
Hubungan intim yang dilakukan dengan alasan takut mengecewakan pasangannya secara teori masih bisa dinikmati. Namun, hasil penelitian menunjukkan hal sebaliknya. Ketika hubungan seks dilakukan untuk mencegah terpuruknya hubungan Anda maka sebenarnya kedua pasangan ini tidak ada yang merasa puas dan bahagia dengan hubungan seksnya.
Saat salah satu pasangan terpaksa melakukan hubungan seks sebenarnya lawan pasangan bisa menangkap isyarat fisik yang menunjukkan rasa tak bergairah saat berhubungan seks. Saat Anda tak mendapatkan dorongan seks ketika saling bersentuhan untuk bercinta maka pasangan Anda bisa merasakan itu. Akibatnya, kondisi ini akan merusak hasrat seksual seseorang untuk meneruskan aktivitas seks saat itu atau hubungan seks lainnya.
Sebenarnya hubungan seks dapat secara alami memicu hasrat seksual dalam tubuh sekalipun mood Anda sedang buruk. Namun, saat hubungan seks dilakukan karena terpaksa sebenarnya kondisi itu hanya bisa menyakiti satu sama lain.
Bila Anda berhubungan seks dan setelah itu memiliki perasaan tidak puas. Lalu memiliki perasaan kesal dalam hati dari hari ke hari. Pada kondisi itulah sebenarnya sedang melukai kualitas hubungan Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.
NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF
JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)