Jumat, 13 September 2013

diperkosa oleh guru karate

Beberapa orang tua mendukung anaknya untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler agar bakat dan minat buah hatinya berkembang. Salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang bermanfaat untuk tubuh dan bisa melindungi diri adalah karate. Anak-anak yang mengikuti latihan karate biasanya memiliki perlindungan terhadap dirinya sendiri bila ada yang berniat jahat. Namun bagaimana bila yang melakukan kejahatan kepada mereka adalah pelatihnya sendiri?

Seorang pelatih karate, Hadi Semar M Noor yang seharusnya mengajarkan muridnya melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat. Namun Hadi malah melakukan tindakan pelecehan seksual. Remaja bernama A adalah salah satu murid Hadi di Ikanas (Institut Karatedo Nasional). Seperti murid lain, A menghormati Hadi sebagai mentor dan memanggilnya dengan nama 'Sinse'. Suatu hari saat A datang latihan lebih awal, Hadi malah melakukan pelecehan seksual.
Tindakan tidak terpuji Hadi ini mendapat 'ganjaran' dari Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan. Hadi terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. "Menyatakan terdakwa Hadi Semar M Noor terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja dan tipu muslihat untuk melakukan perbuatan cabul kepada anak di bawah umur," ujar Sarpin, ketua majelis hakim, Senin (26/8) dikutip dari merdeka.com.
Seusai Hakim memutuskan hukuman untuk Hadi, keluarga Hadi merasa tidak terima. Mereka menuduh bahwa A lah yang menyebabkan hal ini terjadi. "Anaknya yang memancing-mancing suami orang. Tak ada keadilan di negara ini. Merusak rumah tangga orang saja kau," teriak salah seorang kerabat terdakwa.
Ibunda Korban yang bernama Riah menceritakan bagaimana mulanya tragedi pahit ini terjadi pada putrinya. "Anak saya belajar karate sejak lama. Dia biasanya memanggil pelaku dengan sebutan 'sinse'. Hubungan mereka hanya antara guru dan murid tidak lebih. Namun pelatihnya tega sekali melakukan tindakan ini. Sekarang anak saya mengalami trauma. Dia juga nggak berani ikut karate lagi," ujarnya dengan berderai air mata. Hati ibu mana yang tidak perih mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual, terlebih oleh gurunya sendiri.
Riah mengatakan bahwa hukuman untuk Hadi terlalu ringan, namun dirinya tidak ingin memperpanjang dengan naik banding. Bagi Riah, Hadi sudah sepantasnya mendapatkan hukuman dan mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya. Walau mendengar hujatan dari keluarga Hadi, Riah memilih untuk tidak memikirkan hal itu dan fokus untuk menyembuhkan trauma yang melanda putrinya.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis