Sabtu, 04 Januari 2014

Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Saat bekerja, berkarya, dan berbuat untuk meraih cita-cita, sering kali kita menemui kendala. Tapi sebenarnya, justru kendala itulah salah satu cara untuk mendewasakan kita. Begitu juga ketika kita mendapat kritikan atas apa yang sedang, telah, dan akan kita lakukan. Suara pedas yang kadang memerahkan telinga atas karya kita, bisa jadi sebenarnya merupakan bagian dari upaya untuk menyempurnakan hasil atas kerja kita.


Karena itu, tak perlu marah saat dikritik. Tak perlu malu saat disebut belum sempurna. Jangan pula patah semangat saat dikatakan belum berhasil. Justru, jadikan itu semua sebagai bahan evaluasi demi perbaikan dan perbaikan tanpa henti.

Kritikan kadang memang menyakitkan. Apalagi, jika kita telah merasa bekerja mati-matian. Karena itu, selalu lapangkan dada, terangi pikiran, tenangkan hati saat kita menerima kritik dan saran—entah berupa cibiran atau sindiran—sehingga kita justru bisa mengubahnya menjadi masukan yang memberdayakan.

Mari, terima kritik dengan tangan terbuka. Terima saran dengan jiwa yang tenang. Niscaya, kita akan lebih banyak menerima kebaikan dibanding rasa ketidaksukaan. Sehingga, karya dan kerja kita justru akan lebih memunculkan banyak manfaat bagi sesama. 

Salam sukses Luar Biasa!!

Sekian Artikel dari ILMU 212 semoga dapat bermanfaat bagi para pembacanya. dan saya selalu berharap bahwa Artikel yang saya Postkan ini dapat berguna bagi semua orang Amin.

sampai jumpa lagi di Artikel Berikutnya. 



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN UNGKAPKAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL INI.

NO SARA
NO PORNOGRAFI
NO SPAM
NO LINK ON
NO LINK OFF

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBAGIKAN ARTIKEL INI KE JEJARING SOSIAL YANG ANDA SUKA YA :)

Pesan Untuk Pengunjung

Jangan lupa sholat, beramal sholeh, dan zakat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Ilmu tidak bisa di dapat dengan badan yang santai

link otomatis