Senin, 26 November 2012

Pengendalian Penyakit-Penyakit Pisang ( Peny Darah)




CARA MENULAR
Bakteri Pseudomonas solanacearum ini dapat ditularkan ke tanaman sehat melalui : tanaman, alat-alat pertanian, tanah yang terbawa alat-alat transportasi, aliran air dan vektor serangga yang menghisap bunga (jantung) pisang.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyakit darah pisang sudah menyebar ke seluruh sentra pertanaman pisang di pulau Lombok dan Sumbawa. Hasil penelitian Sudirman (2000) tentang penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) menyatakan bahwa dari sepuluh jenis tanaman pisang yang diuji, pisang kepok dan pisang raja sangat peka (tidak tahan), sedangkan pisang emas
lebih tahan. Pisang ketip, pisang susu, pisang hijau, pisang kapal dan pisang ambon bereaksi tidak konsisten.

TANDA SERANGAN
Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas solanacearum) kebanyakan mulai
menunjukkan tanda serangan pada tanaman yang sudah berbuah, sedang pada
tanaman yang masih muda belum menampakkan tanda serangan yang jelas.
  1. Pada tanaman dewasa (tanaman pisang yang sudah berbuah) tanda serangan dapat dilihat pada daun ketiga atau keempat dari atas (pucuk) yang mulai menguning serta disusul dengan daun berikutnya lalu mengering. Akibat dari semua daun menguning, maka pertumbuhan buah tidak sempurna.
  2. Apabila buah-buah pisang tersebut di potong atau di belah terliha adanya cairan atau getah kental berwarna coklat kemerahan yang berbau busuk.
  3. Pada bagian dalam bungkul dan batang pisang yang sudah terkena penyakit, apabila dipotong bagian tengah terlihat bintik-bintik berwarna coklat kemerahan. Akhirnya berlanjut tanaman pisang akan menjadi kering dan mati.


UPAYA PENGENDALIAN
Ada beberapa upaya yang bisa dilaksanakan pada tingkat serangan tertentu
sebagai berikut:

1. Perketat Karantina
Buah pisang dapat diangkut ke mana-mana untuk tidak terjadi serangan
(menular) pada lokasi lain, perlu di perketat pengawasan lalu lintas perdagangan
pisang, apakah pisang tersebut berasal dari daerah yang sudah terserang, perlu
dilarang memasukkan ke daerah yang belum terserang penyakit tersebut.

2. Sanitasi
Sanitasi sangat penting bagi petani yang mempunyai areal tanaman pisang, agar
diperhatikan lingkungan kebun pisang agar selalu bersih, jangan sembarangan
menempatkan batang-batang pisang yang sudah di tebang.
Dan buat parit di sekitar barisan pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air
hujan. Terapkan sistem drainase yang baik. Buat parit disekitar barisan tanaman
pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan.

3. Desinfektan peralatan
Peralatan yang akan dipergunakan harus disteril/dibersihkan dulu.

4. Pemupukan
Pemupukan dengan bahan organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme
antagonis untuk membunuh bakteri perusak.

5. Isolasi spot
Apabila tanaman pisang sedang/akan keluar bunga dilakukan proteksi terhadap
bunga tanaman pisang dari vektor serangga yaitu : di bungkus dengan kain,
kertas agar tidak di kunjungi oleh serangga penular sampai selesai pembungaan.

6. Eradikasi
Apabila sudah terjadi serangan berat pada tanaman pisang, diadakan
pemusnahan (menebang semua pisang yang ada pada lahan tersebut, dan
diganti dengan tanaman pisang yang tahan terhadap penyakit darah pisang
(Pseudomonas solanacearum).



Artikel Terkait: